Medikacare

Ramai Tren Kukusan, Benarkah Metode Memasak Ini Lebih Menyehatkan?

Ramai Tren Kukusan, Benarkah Metode Memasak Ini Lebih Menyehatkan?

Ramai Tren Kukusan, Benarkah Metode Memasak Ini Lebih Menyehatkan?

Tren memasak dengan metode kukus atau yang kini dikenal sebagai “kukusan” kembali menarik perhatian masyarakat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Di tengah maraknya konsumsi makanan olahan dan teknik memasak dengan minyak berlebih yang kerap dikaitkan dengan risiko kolesterol tinggi dan obesitas, metode kukus dianggap sebagai alternatif yang lebih aman. Teknik tradisional ini memanfaatkan uap air panas untuk mematangkan makanan tanpa tambahan lemak. Meski demikian, popularitas kukusan yang meluas di media sosial menimbulkan pertanyaan penting, apakah metode ini benar-benar memberikan manfaat kesehatan secara nyata, atau hanya sekadar tren yang mengikuti arus gaya hidup sehat tanpa pemahaman mendalam?

1. Menjaga Kandungan Nutrisi dan Vitamin Larut Air

Salah satu keunggulan utama teknik mengukus dibandingkan merebus adalah kemampuannya dalam menjaga kandungan vitamin yang sensitif terhadap air dan panas, seperti Vitamin C dan sebagian besar Vitamin B kompleks. Saat sayuran direbus, banyak nutrisi berharga yang larut dan terbuang bersama air rebusan. Namun, dengan teknik kukusan, bahan makanan tidak bersentuhan langsung dengan air, sehingga struktur seluler bahan makanan tetap terjaga dan nutrisi tetap terkunci di dalamnya. Studi menunjukkan bahwa brokoli yang dikukus kehilangan jauh lebih sedikit glukosinolat (senyawa pelawan kanker) dibandingkan dengan brokoli yang direbus atau ditumis.

2. Meminimalisir Penggunaan Lemak Jenuh dan Kalori Tambahan

Alasan terbesar mengapa tren kukusan dianggap sangat sehat adalah karena teknik ini sama sekali tidak memerlukan minyak goreng, mentega, atau santan dalam proses pematangannya. Hal ini secara otomatis memangkas asupan kalori dan lemak jenuh dalam hidangan harian Anda. Bagi individu yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau penderita penyakit jantung, beralih ke menu kukusan adalah langkah preventif yang sangat efektif untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan risiko penumpukan lemak viseral. Dengan mengukus, Anda mendapatkan rasa asli dari bahan makanan tanpa tambahan zat kimia dari minyak yang dipanaskan berulang kali.

3. Tekstur Lebih Baik dan Memudahkan Pencernaan

Ramai Tren Kukusan - medikacare

Proses mengukus mematangkan makanan secara perlahan dan merata, yang membuat serat-serat pada sayuran atau protein pada ikan menjadi lebih lunak namun tetap memiliki tekstur yang renyah (tidak lembek). Tekstur yang tepat ini memudahkan sistem pencernaan manusia dalam memecah partikel makanan dan menyerap nutrisi di dalamnya secara maksimal. Selain itu, karena tidak menggunakan minyak yang berat, makanan kukusan tidak membebani lambung, sehingga sangat cocok bagi mereka yang memiliki masalah asam lambung atau pencernaan sensitif.

4. Menghindari Terbentuknya Senyawa Berbahaya (Akrilamida)

Teknik memasak dengan suhu yang sangat tinggi, seperti membakar (bakar arang) atau menggoreng hingga kering, dapat memicu reaksi kimia yang menghasilkan senyawa berbahaya seperti akrilamida dan PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons) yang bersifat karsinogenik. Mengukus dilakukan pada suhu yang relatif stabil (sekitar 100°C), sehingga risiko terbentuknya senyawa pemicu kanker tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Ini menjadikan metode kukusan sebagai salah satu cara memasak paling aman untuk konsumsi jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga.

5. Tantangan Rasa dan Variasi Menu

Meski menyehatkan, tren kukusan seringkali terbentur pada masalah rasa yang dianggap hambar oleh sebagian orang. Tantangan utama dalam tren ini adalah kreativitas dalam menggunakan bumbu aromatik alami seperti bawang putih, jahe, daun ketumbar, atau perasan lemon untuk meningkatkan cita rasa tanpa menambah natrium (garam) berlebih. Tanpa variasi bumbu yang tepat, seseorang akan mudah merasa bosan dan kembali ke pola makan tidak sehat. Oleh karena itu, kunci sukses dari tren ini adalah bagaimana mengombinasikan berbagai bahan makanan berwarna-warni untuk mendapatkan profil rasa yang kaya namun tetap rendah lemak.

Artikel Lain

Ikan Gabus Bisa Mempercepat Penyembuhan Luka ? - Medikacare
Ikan Gabus Bisa Mempercepat Penyembuhan Luka ? - Medikacare
Ikan Gabus Si Pemakan Segala dan dapat bernafas di Udara - Medikacare
Ikan Gabus Si Pemakan Segala dan dapat bernafas di Udara - Medikacare
Cara mengatasi hemoroid - Medikacare
Cara mengatasi hemoroid - Medikacare
Cara mengatasi infeksi luka pasca operasi caesar - Medikacare
Cara mengatasi infeksi luka pasca operasi caesar - Medikacare
No comments yet. Be the first to comment!

Format: JPG, PNG, GIF. Maksimal 2MB